PENGEMBANGAN STRATEGI PEMASARAN DIGITAL SEBAGAI RESPONS TERHADAP DISRUPSI TEKNOLOGI: KAJIAN LITERATUR
Abstract
Disrupsi teknologi yang dipicu oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), big data, Internet of Things (IoT), komputasi awan, dan platform media sosial telah mengubah secara fundamental lanskap pemasaran, baik pada level global maupun nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perkembangan strategi pemasaran digital sebagai respons adaptif organisasi bisnis terhadap disrupsi teknologi, mengidentifikasi faktor-faktor pendorong disrupsi tersebut, memetakan ragam strategi pengembangan pemasaran digital yang relevan, mengidentifikasi tantangan implementasinya, serta merumuskan model konseptual pengembangan strategi pemasaran digital yang komprehensif. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research) dengan metode Systematic Literature Review (SLR) yang mengacu pada pedoman PRISMA 2020, dipadukan dengan teknik content analysis dan thematic analysis terhadap 48 dokumen ilmiah yang diterbitkan pada rentang tahun 2020-2026, bersumber dari Google Scholar, Science and Technology Index (SINTA), Directory of Open Access Journals (DOAJ), dan Garba Rujukan Digital (Garuda). Hasil kajian menunjukkan bahwa disrupsi teknologi mendorong pergeseran paradigma pemasaran dari pendekatan transaksional-massal menuju pemasaran berbasis data dan personalisasi secara real-time. Strategi pengembangan pemasaran digital yang teridentifikasi dari sintesis literatur meliputi pemasaran berbasis data (data-driven marketing) dan personalisasi algoritmik, integrasi strategi omnichannel, pemanfaatan kecerdasan buatan generatif untuk produksi konten dan customer relationship management (CRM), social commerce dan pemasaran melalui figur berpengaruh (influencer marketing), serta penerapan budaya pemasaran agile berbasis eksperimentasi berkelanjutan. Sebaliknya, tantangan utama yang teridentifikasi mencakup kesenjangan literasi digital pelaku usaha, keterbatasan sumber daya finansial dan manusia pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), ketergantungan algoritmik terhadap platform pihak ketiga, risiko privasi dan keamanan data, serta lambatnya transformasi budaya organisasi menuju pengambilan keputusan berbasis data. Penelitian ini menghasilkan sintesis konseptual berupa Model Adaptasi Strategi Pemasaran Digital Berbasis Disrupsi Teknologi (Model ASPD-DT) yang mengintegrasikan empat dimensi utama, yaitu kapabilitas teknologi, kapabilitas data dan analitik, kapabilitas sumber daya manusia digital, dan ekosistem kolaborasi, dengan agilitas organisasi berfungsi sebagai variabel mediator yang menentukan keberhasilan transformasi strategi pemasaran. Implikasi teoretis penelitian ini memperkaya literatur manajemen pemasaran digital dengan mengintegrasikan teori disrupsi inovasi ke dalam kerangka strategi pemasaran kontemporer, sedangkan implikasi praktisnya memberikan panduan strategis bagi pelaku usaha, pembuat kebijakan, dan akademisi dalam merumuskan respons yang adaptif dan berkelanjutan terhadap disrupsi teknologi.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
An author who publishes in the Jurnal Darma Agung agrees to the following terms:
- Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal
- Author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).








